My First Love

Berbicara mengenai cinta tentu tidak akan pernah habisnya. Cinta terhadap orang tua, teman, pasangan dan bahkan cinta kepadaNya. Nah,,kali ini saya akan share sedikit tentang cinta pertama saya,,:D

Kata orang, cinta pertama itu tidak bisa dilupakan, cinta yang paling sejati, cinta yang paling segala2 nya lah,,hahahahhaa.. (bullshit).

Cinta pertama saya itu dimulai sejak tahun 1997 waktu saya kelas 5 SD sampai sekarang,,lama y ternyata??hahahah..

y begitu lah,,kata orang (again), zodiak cancer itu tipe orang yang setia,,y saya lah contohnya..kebetulan saya berzodiak cancer,,hahai,,

Nah tidak perlu panjang lebar,,cinta pertama saya adalah JUVENTUS. you know juventus??yes,,juventus adalah klub tersukses di Itali..klub ini berjulukan The Old Lady atau Si Nyonya Tua. 27 gelar scudetto (2 biji dirampok iler merda..šŸ˜€ ), 2 gelar Liga Champions,,dan masih banyak yang lainnya…

Masa2 kelam buat juventini yaitu pada tahun 2006 saat juve dituduh melakukan calciopoli. Hal ini tidak membuat saya menyerah mendukung juve,,tidak seperti fans karbitan lainnya yang menyukai sebuah klub hanya di saat klub tersebut sedang berada di atas… Dibawah manajer muda Perancis, Didier DeschampsĀ dan para pemain setia seperti Gianluigi Buffon dan Pavel Nedved, Juve menjadi tim super di Seri-B dan dengan hasil sebagai juara seri-B untuk pertama kalinya, Juve kembali ke Seri-A pada musim 2007-08. Claudio RanieriĀ diangkat menjadi pelatih Juve setelah Deschamps berseteru soal bayaran gaji. Sayangnya usia Ranieri juga tidak berlangsung lama setelah ia gagal membawa Juve juara di musim 2008-09.Ā Mantan pemain Juve lain,Ciro FerraraĀ mulai bertugas menangani Juve di dua pertandingan akhir musim 2008-09 dan melanjutkan posisinya untuk musim 2009-10.Ā Namun Ferrara pun tidak bisa bertahan lama, karena di bulan Januari 2010 ia gagal membawa Juve berprestasi lebih baik setelah kandas di babak penyisihan grup Liga Champions. Ia pun akhirnya digantikan oleh Alberto Zaccheroni. Ā Zaccheroni menangangi Juventus sampai akhir musim 2009-10 dan kemudian ia digantikan oleh Luigi Del NeriĀ untuk musim 2010-11. Setelah jeblok selama 2 musim berturut-turut, juve kembali ditangani oleh mantan pemainnya yaitu Antonio Conte.

Di awal musim, tidak akan ada yang menyangka juve bisa melejit seperti sekarang. Tidak adanya pembelian pemain bintang, mendapatkan secara gratis seorang Andrea Pirlo, dan hanya membeli pemain sekelas Arturo Vidal dan Mirko Vucinic membuat anggapan itu dapat dibenarkan. Saya pun sebagai seorang juventini sudah cukup bersyukur apabila juve dapat masuk zona liga champions atau hanya peringkat 3. Ā Namun ternyata takdir berkata lain, dengan masuknya Pirlo, hadirnya Antonio Conte dan pemakaian stadion baru (satu2nya klub di itali yang punya stadion sendiri), menjadikan mental juara Juve kembali, “Lo Spirito Juve”. Ā Y bolehlah saya berharap tahun ini juve meraih scudetto kembali. AMIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNšŸ™‚

Image

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s